Bekal #6: Pororo bento

Hari ini Y minta dibuatkan Pororo. Awalnya sih maunya aku kasih 1 kepal nasi aja (yg dibentuk Pororo), tapi kok kasian y, bekalnya sedikit amat. Ya sudah, kebetulan ada nasi sisa semalam yg disulap jadi nasi goreng, dibikin bentuk Edy (fox) sih, tp rupanya saat dipindah ke kotak bekal Y, telinganya Edy jatuh, ya sudah, anggap aja itu Pobi (polar bear).. He3x.. Maksa..

Untuk Pororo, nasinya dibentuk bulat, diselimutin nori. Untuk helm-nya, pakai telur dadar. Kacamata dan paruhnya dari wortel. Edy yg jadi Pobi menggunakan telur dadar juga untuk bagian moncongnya.

Sayurnya tumis brokoli telur puyuh, lauknya tempe goreng dan mujair goreng tepung. Nyam!
Untuk telur puyuh, sebenarnya karena bentuk telurnya penyok2, jadi dihias deh. Bagian putihnya dipisah (pakai ujung pisau), trus ditempel nori untuk mata, wortel untuk paruh.

Snack pakai nutrijel + apel.
Ludes! ‎​Alhamdulillah 🙂

Tips: wortelnya dimasak bareng tumis brokoli telur puyuh dan nori dipotong malamnya

Iklan

Bekal #5: Angry Birds Bento

Gara gara ga sengaja blogwalking, ngeliat kyaraben Angry Bird. Coba bikin ah.. Nasinya 2 jenis, yg warnanya agak merah dicampur saus tomat, yg bagian putih tetap pakai nasi putih. Untuk mata, krn ga ada keju, pakai nugget, bagian hitamnya pakai nori. Paruhnya terbuat dr sosis. Lauk yang lain, seperti biasa, telur, lele goreng tepung, buncis+jagung pipil rebus.

Hasilnya? Bagian nasi tomatnya ga dihabiskan Y 😥

Tips: kalau ga biasa makan nasi pakai saus tomat, sebaiknya: I) lupakan kyaraben yg ada warna merahnya II) cari alternatif warna merah lain

Bekal TK #4

Karena ga sempat nulis,, bekal Yodha dari hari Rabu dirapel disini sekarang aja ya.
Hari rabu, bekal Y udah siap, tapi ternyata krn batuk, Y ga masuk sekolah (hiks). Udah gitu, rupanya Y ga begitu suka makaroninya (hiks hiks).

Hari Kamis, balik ke menu yang sama dengan sarapan di rumah: tumis kangkung sosis, tambahannya fillet ikan patin goreng tepung. Snacknya apel. Ludes.

Hari Jumat, karena jadwal sekolah Y hanya sampai jam 11, jadi bekalnya dikit aja: lemper (nasi campur keju yang digulung pakai nori, n dilapisi telur dadar), sayurnya pakai tumis buncis wortel, tambahannya nugget ayam. Ludes juga. ‎​Alhamdulillah 🙂

Tips: untuk dapat bentuk nasi yang rapi, basahi dulu cetakan, dan sebaiknya nasi langsung dibentuk pada saat masih panas. Setelah terbentuk, sebaiknya langsung tempel nori supaya lebih melekat. Pastikan nasi-nya dingin sebelum masuk ke kotak bekal ya!

Bekal “anak ayam”

Kali ini Yodha request bekalnya dibentuk seperti anak ayam: nasi, brokoli rebus, sosis, agar2 dan apel. Nyam!

Bekal sekolah Yodha (TK)

Bulan ini Yodha naik tingkat jadi siswa TK A, dengan jam belajar 7.30 sampai 12.00 WIB (lamanyaaa). Di kelas, ada 2 sesi makan, makan snack dan makan siang. Iseng, aku tanya pihak sekolah, dan rupanya sekolah menyediakan katering, tapi menunya dari TK sampai SD sama. Haduh, sepertinya Yodha masih belum bisa makan masakan sejenis “balado” deh…

Mau ngga mau, aku harus mulai sediakan bekal sendiri.. Yawis (singsingkan lengan baju) yuuuk! Bekal hari ini: nasi, lele tepung, telur puyuh rebus, agar agar strawberry, dan apel. ‎​Alhamdulillah habis 🙂

Main di Ocean Park BSD

Jumat kmaren mendadak ada undangan Wisata Keluarga dan Silaturahmin di Ocean Park BSD. Berhubung kami ga ada acara hari Sabtu, jadi ayuk aja. Salahku: aku ga bawa baju renang, jadi Damar ga berani nyebur (awalnya). Tapi sepertinya dia seneng di kolam ombak ❤

alfamart indomaret dimana mana

Mudik tahun ini, seperti tahun tahun yang lalu (4 tahun yang lalu ding), kanan kiri jalan pasti ada indomaret dan alfamart. Bahkan di desa desa pelosook, yang ga ada SPBU, malah mudah nemuin 2 “toko kelontong modern” ini.
Ternyata kami sudah “alfamart/indomaret” minded. Cari snack dan atau air minum kemasan, pasti nyarinya disitu. Kami lupa dengan toko kelontong tradisional. (Haduuuh??)

Tahun ini ada yang berbeda. Kami menghadiri acara keluarga d Solo, tepatnya di Solo Baru, kabupaten Sukoharjo. Karena alasan kenyamanan, kami memilih untuk menginap di kota Solo (kotamadya solo / surakarta). Sepanjang jalan dari Solo Baru menuju Solo / Surakarta, kami hanya menemukan 2 indomaret, dan itupun masih di daerah Solo Baru. Begitu masuk Solo / Surakarta, blas, ga ada toko kelontong modern. Ckckck, tumben. Baru di kota Solo / Surakarta, kami susah nemuin indomaret/alfamart.

Walikota Solo emang luar biasa.
(Loh, kok jadi suporter dadakan gini yaa??!!)

Blora, kolam pancing dan arena bermain

Hari terakhir puasa, Yodha udah kepingiiin banget mancing. (Mungkin udah bosen kali ya, ga banyak aktivitas). Haduh.. Kolam pancing di Blora? Dimana ya? Beberapa relasi mereferensikan tempat pancing di daerah Badong, Blora. Ok, langsung aja berangkat sekitar jam 2an. Sampai sana, (jauuuhhnnyaa) ternyata kolam pancingnya ga menyediakan alat pancing (joran). Yaaahh.. Batal deh mancingnya.
Dalam perjalanan pulang, akhirnya Yodha berhasil dirayu untuk bermain di arena bermain umum di Water Splash (WS). Di WS, ternyata ada kolam renang anak (lumayan luas + ada seluncuran air yg agak tinggi), dan beberapa wahana bermain, seperti sepeda motor listrik, otoped, kolam bola, helikopter, kereta, dll. Yodha langsung pilih sepeda motor listrik. Yuhhuuu,, naik motor bertiga sama adek & Ayah 🙂

Mana dimana anak kambing saya?

Sampai d Blora, Yodha langsung diajakin akungnya nengok kambing d lapangan sebelah. Ga pernah liat kambing, sorenya dia nagih minta liat lagi. Damar juga seneng banget. Mbeek!

Kartu Kasih Sayang

Yodha kemaren buat kartu lebaran di sekolah. Dia bilang itu adalah kartu “kasih sayang untuk bunda”. Hadiah untuk Yodha: pelukan dari Damar 🙂